WN Malaysia Dituntut 1 Tahun Penjara, Pembuktian Menyimpang dari Fakta Persidangan

108
Terdakwa WN Malaysia, Nor Faraniza binti Nor Azam dituntut 1 tahun penjara oleh JPU Wayan Sutarta. Dipersidangan, terdakwa mengakui tidak mengetahui suaminya memasukan narkotika kedalam kopernya tetapi jaksa berkesimpulan terdakwa menegetahui tetapi tidak melapor (Klikpena.com/Dickmina)

Denpasar, Klikpena.com – Terdakwa kasus narkotika asal Malaysia,  Nor Faraniza binti Nor Azam dituntut 1 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Wayan Sutarta dalam sidang yang digelar, Rabu (10/10) di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Jaksa Wayan Sutarta didepan majelis hakim yang diketuai, Ni Made Purnami menguraikan, tindak pidana narkotika yang dilakukan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 131 Undang – undang Noor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menurut jaksa, terdakwa berusia 34 tahun ini terbukti mengetahui bahwa suaminya, Mohd Akmar Firdaus bin Ishak (berkas penuntutan terpisah), membawa narkotika saat datang ke Bali tetapi tidak melapor ke pihak berwajib atau Kepolisian.

Lucunya,  pembuktian dari tuntutan jaksa penuntut spsialis perkara narkotika  ini boleh dikata, mengada – ada karena menyimpang dari fakta persidangan. Pasalnya, selama persidangan terdakwa mengaku tidak mengetahui ketika suaminya memasukkan narkotika jenis ganja ke dalam koper pakaiannya.

Bahkan suami terdakwa, Akmar Firdaus bin Ishak, saat menjadi saksi untuk isterinya dipersidangan dengan jelas mengakui bahwa dirinya memasukkan ganja ke dalam koper isterinya tanpa sepengetahuan terdakwa Nor Faranisa.

Pembuktian nyeleneh juga dilakukan jaksa Wayan Sutarta sehari sebelumnya, Selasa (9/10) saat menuntut suami terdakwa. Terdakwa hanya dikenai pasal 127 ayat (1) Undang – undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, penyalahguna narkotika golongan I untuk diri sendiri. Jaksa Sutarta mengabaikan perbuatan terdakwa yang mambawa masuk narkotika ke dalam wilayah pabean Indonesia dan hanya menuntut suami terdakwa dengan pidana 2 tahun dan 6 bulan (2,5) tahun penjara.

Sementara itu, terhadap tuntutan jaksa Wayan Sutarta yang menuntut 1 tahun penjara terdakwa, Nor Faraniza binti Nor Azam, melalui penasihat hukumnya,  Mohammad Husin,  meminta keringanan hukuman dari majelis hakim yang diketuai, Made Purnami.

Terdakwa, Nor Faraniza binti Nor Azam meminta keringanan hukuman dari majelis hakim. Perempuan berusia 34 tahun ini mengaku masih memiliki dua anak balita yang masih membutuhkan kehadiran sosok seorang ibu (Klikpena.com/Dickmina)

Dalam pembelaan yang disampaikan secara lisan tersebut, Muhammad Husein mengatakan, sependapat dengan pasal yang diterapkan penuntut umum kepada terdakwa. Terdakwa takut melaporkan suaminya ke polisi  dan pernah mengantarkan suaminya pergi ke pusat rehabilitasi di Malaysia.

Alasan meminta  keringanan hukuman, terdakwa masih memiliki tanggungjawab sebagai ibu dari dua orang anak yang masih balita. “Kedua anak yang masih kecil ini sangat membutuhkan sosok seorang ibu tetapi dengan kejadian ini, kedua anaknya diasuh orang tua terdakwa di Malaysia,” ungkap Husein.

Terdakwa bersam suaminya,  Akmar Firdaus bin Ishak ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai, Denpasar bersama pasutri lainnya, Sharizal bin Md Salleh dan Rosida Mardani Tarigan (berkas perkara terpisah)  saat baru tiba dari Malaysia pada 10 Maret 2018 lalu.

Saat menjalani pemeriksaan barang bawaan, anjing pelacak dari Unit K9 mengendus satu tas punggung hitam. Tas mencurigakan itu kemudian diatensi khusus oleh petugas saat masuk mesin conveyor (ban berjalan). Petugas merasa curiga dengan tas milik Sharizal bin Md Salleh tersebut. Saat melalui mesin X-Ray, petugas mengetahui ada barang mencurigakan yang tersimpan di dalamnya.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan berhasil  menemukan barang bukti berupa satu plastik klip potongan daun ganja warna cokelat seberat 0,41 gram. Daun ganja itu disembunyikan dalam lipatan kaos yang disimpan terdakwa di dalam tas punggung Sahrizal.

Singkat cerita, dari penemuan ini kemudian menyeret  isteri  Sahrizal dan Mohd Akmar Firdaus bin Ishak dan isterinya. Keempat WN Malaysia yang berniat liburan di Bali dan menggunakan narkotika  inipun  akhirnya meringkuk dibalik jeruji besi.  Dickmina

Komen via Facebook