Satgas EPBD Rakor Jelang “IMF-WB Annual Meeting 2018

43
Rakor Satgas EPBD Jelang IMF Annual Meeting 2018, di GOR Praja Raksaka, Kepaon Denpasar, Senin (10/9/2018) siang, Foto: Istimewa

Denpasar, Klikpena.com
Pasca pelaksanaan latihan “Tactical Floor Game” (TFG) secara terintegrasi yang dilaksanakan di Mabes TNI, Satgas Evaluasi Penanggulangan Bencana Daeah (EPBD) menggelar rakor sinkronisasi jelang “IMF-WB Annual Meeting 2018” di GOR Praja Raksaka, Kepaon Denpasar, Senin (10/9/2018) siang.

“Rakor ini digelar untuk mengintensifkan koordinasi persiapan, agar pelaksanaan “IMF-WB Annual Meeting (AM) 2018” pada Oktober 2018 mendatang dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman” ujar Kapendam IX/Udayana Letkol Kav Jonny Harianto.

Satgas Evaluasi Penanggulangan Bencana Daerah (EPBD) ini secara organisatoris terbagi dalam tiga kelompok. Dansatgas EPBD dikomandoi Kasdam IX/Udayana dan Wadan Satgas dijabat oleh Kepala BPBD Provinsi Bali dan NTB.

Kelompok staf, terdiri dari staf intelijen, operasi, minlog dan teritorial, serta 15 sub satgas (medis, rute, laut, BPBD, komlek, kominfo, instalasi/evakuasi, udara, lakir, banmin, penerangan, penerbad, penerbal, heli, dan angkutan).

di GOR Praja Raksaka, Kepaon Denpasar, Senin (10/9/2018) siang

Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, selaku Kepala Satgas EPBD mengatakan, rapat koordinasi (rakor) ini bertujuan untuk menyampaikan visi dan kegiatan jelang pelaksanaan IMF-WB AM 2018, yang akan ditinjau oleh Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Semua personel yang terlibat diharapkan dapat memahami dan mampu menampilkan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

“Satgas juga harus memahami situasi yang terjadi di wilayah Bali, terkait dengan aktivitas Gunung Agung yang masih dalam level-III dan musibah gempa bumi di Lombok yang berdampak hingga ke wilayah Provinsi Bali, bahkan sampai saat ini masih sering terjadi gempa susulan, walaupun intensitasnya kecil,” papar Kasdam.

di GOR Praja Raksaka, Kepaon Denpasar, Senin (10/9/2018) siang

Sementara, Deputi Bidang Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BNPB, Ir Bernardus Wisnu Widjaja, MSc., mengatakan, Tugas Komando Penanganan Darurat Bencana (PDB) antara lain, mengoperasionalkan Komando PDB, kajian situasi publik, kesehatan, komunikasi, transportasi, pemulihan sarpras vital, keselamatan, keamanan dan ketertiban, penyelamatan delegasi pertemuan tahunan IMF, penanganan wisatawan domistik dan mancanegarai, juga dukungan pemberdayaan untuk operasional PDB di kabupaten/kota.

“Terkait status keadaan darurat bencana ditetapkan BNPB dan BPBD yang mempunyai kemudahan akses meliputi, pengerahan sumber daya manusia (SDM), pengerahan peralatan dan logistik, imigrasi, bea cukai dan karantina, perijinan, pengadaan barang, pengelolaan dan pertanggung-jawaban uang atau penyelamatan komando untuk penyelamatkan sector atau lembaga,” paparnya.

Turut hadir dalam acara ini antara lain, Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh AM Suharyadi, SIP., MSi., para Asisten Kasdam IX/Udayana, sejumlah Kabalak dan Komandan Satuan Kodam IX/Udayana, Set Panas IMF-WB AM, Polda Bali Kepala BNPB, Danlanal Denpasar, Danlanud I Gusti Ngurah Rai, Kepala BMKG Wilayah Denpasar, Kepala Otoritas Bandara Wil IV, Kepala PVMBG, beberapa pejabat teras Polda Bali, para Kadis Prov Bali, Manager Operasional The Nusa Dua, Kepala ASDP Gilimanuk, dan Kepala Kantor SAR Denpasar serta sejumlah undangan terkait lainnya. (EL)

Komen via Facebook