Agus Pradita Dalem, Advokat Muda yang Punya Mimpi Besar

89

(Denpasar, klikpena.com) – Nama Agus Pradita Dalem, SH, tentu tak asing lagi di lingkaran para pengacara di Bali. Advokat muda kelahiran Denpasar, 24 Juni 1982, ini memiliki mimpi besar di dunia acara yang digelutinya saat ini.

Seperti apa mimpinya? Lalu bagaimana ia bisa terjun menjadi pengacara serta bagaimana kiat-kiatnya sehingga bisa mencapai mimpi besar itu?

Jalan bagi Agus Pradita Dalem untuk menjadi pengacara, sesungguhnya agak mustahil. Maklum, orangtuanya cenderung menginginkan sang anak menjadi arsitek.

Hal ini bukan tanpa alasan. Sebab, ayahanda Agus Pradita Dalem berprofesi sebagai kontraktor.

Namun, keinginan orangtua ini ternyata mampu dikalahkan dengan minat Agus Pradita Dalem yang lebih menyukai profesi pengacara.

Singkat cerita, tahun 2010 ia memilih mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Udayana. Aktif berorganisasi di intrakampus, menjadi bekal bagi Agus Pradita Dalem ketika menyelesaikan pendidikan dan kemudian menjadi advokat.

Tak seperti kebanyakan rekannya yang ingin menjadi aparatur sipil negara (ASN) atau bekerja di bank, setelah lulus kuliah Agus Pradita Dalem langsung tertarik untuk terjun ke dunia hukum acara. Ia pun langsung magang di Kantor Advokat Putu Suta Sadnyana, SH.

Tak berhenti sampai di sana, pada 2009 ia memutuskan mengikuti ujian profesi dan dilantik sebagai advokat serta menjadi anggota KAI (Kongres Advokat Indonesia). Selanjutnya 2010, Agus Pradita Dalem membuka kantor pengacara sendiri, dan aktif hingga saat ini.

Yang menarik, ia menempatkan profesi sebagai advokat justru seperti hobi. Agus Pradita Dalem tak mau menjadikan profesi ini sebagai satu – satunya sumber penghasilan.

Maklum, ia sendiri adalah owner PT Dalem Bali Agung, sebuah perusahaan properti di Bali yang cukup sukses.

“Saya tertarik jadi pengacara, karena memang hobi. Jadi profesi ini bukan mata pencaharian utama, ini hobi. Karena hobi, maka saya mencinta profesi ini. Misalnya kalau kita lihat kasus menarik, kita tangani tanpa profit oriented. Ini soal kepuasan jiwa. Ini profesi yang saya cintai,” tuturnya, saat ditemui di kantornya, belum lama ini.

Agus Pradita Dalem tak menampik, saat ia mulai kuliah, profesi pengacara tak sebagus saat ini. Tetapi, ia tetap yakin dengan prospek profesi yang satu ini.

“Dulu kan pengacara ga seheboh sekarang. Tetapi saya melihat profesi ini menjanjikan. Jadi saya bertekad berkecimpung di dunia beracara karena melihat prospek yang bagus,” ucapnya.

Salah satu kepuasan yang dirasakan Agus Pradita Dalem, adalah ketika menangani satu kasus pidana di Polresta Denpasar. Kasus tersebut sebelumnya ditangani lima bahkan enam pengacara, dan tidak selesai.

“Tetapi begitu saya tangani, saya bisa tuntaskan. Menariknya lagi, kasus itu saya tangani sendiri. Ini benar – benar pengalaman menarik buat saya. Apalagi sebelumnya saya hanya menangani kasus perceraian atau kasus yang ditangani bersama,” urainya.

Di tengah kepuasan jiwa yang ingin didapatkan, Agus Pradita Dalem ternyata memiliki mimpi besar sebagai seorang advokat. Selain bermimpi semua kasus yang ditangani bisa dimenangkan, ia juga ingin menjadi pengacara kenamaan.

“Semua kita pasti punya mimpi besar. Saya misalnya, pengen sekali teman – teman kita di Bali, apalagi kita punya pengacara hebat, kemampuan bagus, tetapi jangan main di Bali saja. Kita ingin bentuk wadah, dan main di level nasional. Kita cukup dua tiga orang saja, lalu bisa bermain di pentas nasional,” ujarnya.

“Kita ingin sekali nama kita dikenal secara nasional. Apalagi belum banyak pengacara kita di Bali yang punya nama besar di level nasional. Saya mau seperti Hotman Paris misalnya,” pungkas ayah dua anak yang pernah berkecimpung di Majalah Hidup Sehat dan Majalah Bali Kami, ini. (mse)