Bertemu Masyarakat, Koster tak Ingin Formalistik

36

TABANAN-klikpena.com
Gubernur Bali Wayan Koster tampaknya punya gaya dan cara tersendiri dalam menyerap aspirasi warga. Koster terkesan ingin lebih luwes dan jauh dari kesan formalistik.
Nah, Koster pun menyempatkan diri melali sambil ngopi bareng bersama masyarakat Desa Dauh Peken, Dajan Peken dan Delod Peken, Kecamatan Tabanan, serta Desa Buruan, Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (2/11/ 2018).
Acara itu dilaksanakan seusai memimpin Rapat Koordinasi Cabang di Kantor DPC PDI Perjuangan Tabanan dalam rangka menghadapi Pemilu Legeslatif dan Pilpres 2019.

Masyarakat Tabanan dengan berlesehan santai, dialog dengan Gubernur Koster sambil ngopi bareng

Acara melali ngopi bareng bersama masyarakat dilakukan secara spontan, untuk menghindari kesan formal, tidak perlu protokoler, yang berlangsung dalam suasana menyatu bersama masyarakat, sangat sederhana dan penuh kekeluargaan. “Jadi tidak merepotkan masyarakat,” tutur Koster.
Setelah menikmati hidangan kopi, Koster mengucapakan terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat setempat sehingga pada Pilgub Bali 27 Juni lalu bisa menang memperoh suara 68% di Tabanan– menganatarkan Koster menjadi Gubernur Bali berpasangan Cok Oka Sukawati menjadi Wagub 2018-2023.
Koster memohon doa dan dukungan serta turut mengawal dirinya agar dapat melaksanakan tugas menata pembangunan Bali secara menyeluruh melalui Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Pada kesempatan tersebut, bendesa adat mewakili masyarakat yang hadir menyampaikan aspirasi penyelesaian wantilan, peningkatan bantuan ke desa adat dan agar bantuan ke desa adat disalurkan langsung ke rekening desa adat.

Gubernur Koster didampingi Ketua DPRD Bali, Adi Wiryatama

Koster pun berjanji memenuhi aspirasi masyarakat itu. ” Pada tahun anggaran mulai 2019, beres,” kata Gubernur Bali yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu.

Menjawab pertanyaan masyarakat kenapa gubernur turun ke masyarakat secara spontan dengan format sederhan seperti itu, Koster langsung menjawab bahwa dirinya ingin mengubah pola komunikasi dengan masyarakat. “Tidak perlu kunjungan kerja dengan format terlalu formalistik, kaku, merepotkan dan membebani masyarakat. Saya ingin sederhana dan praktis saja, supaya masyarakat bisa lebih leluasa berinteraksi bersama gubernur serta bisa memenuhi aspirasi masyarakat secara nyata.
Jadi gak usah dibikin serem, tapi rileks santai sederhana tapi rakyat bisa bicara apa adanya,” papar Koster enteng. BIL

Komen via Facebook