Perhelatan IMF, Ribuan Pasukan Hijau DLHK Stand By 24 Jam

43

Mangupura,Klikpena.Com

Jelang perhelatan IMF World Bank pada bulan Oktober 2018 di Nusa Dua, pasukan hijau dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung memastikan siap bertugas 24 jam. Kesiapan pasukan hijau ini untuk mengatensi sektor kebersihan selama kegiatan IMF berlangsung. Dua bulan belakangan ini, DLHK gencar melakukan penertiban usaha yang mengalirkan limbah, melakukan pembersihan kawasan serta melakukan penataan taman.

Jumat (7/9) pagi, DLHK kembali mempersolid barisan, dengan memperkuat visi dan misi, melalui aksi senam bersama di Lapangan Lagoon. “Kita sengaja melaksanakan kegiatan ini, bukan untuk gaya-gayaan atau pamer-pamer. Tapi ini untuk mempersolid barisan dan memperkuat rasa kebersamaan. Kita angkat euforia dan semangat Asian Games 2018 kemarin, sehingga semangat kita terus berkobar,” kata Kepala DLHK Badung, I Putu Eka Merthawan usai acara.

Tanah Lot, salah satu obyek wisata yang bakal dikunjungi para delegasi IMF

Dengan menggunakan seragam, sepatu dan rompi baru, para petugas DLHK yang hadir sejumlah 750 orang tersebut melakukan goyang dayung. Beberapa alat berat milik DLHK juga ikut menjadi pelengkap acara tersebut, seperti 3 loader, 4 mobil tangga, 2 mobil road swiper dan 5 mobil tangki.

 

Usai bergoyang, para petugas DLHK membentuk formasi huruf ‘HUT Mangupura’ dengan meletakkan kertas berwarna merah, putih dan orange diatas kepala mereka. “Dalam kegiatan kami ini, tidak semua staff terlibat. Sebab kami juga harus melaksanakan tugas rutinitas kami. Sedangkan 80 orang staf PNS juga tidak ikut karena masih ikut penyesuaian ijazah,”sebutnya.

Sementara terkait kesiapan menyambut IMF World Bank, pihaknya mengaku sudah 2 bulan ini pihaknya membersihkan limbah dan taman.

Hal tersebut untuk memberi citra Badung yang indah, bersih dan terjaga sebagai kawasan destinasi wisata. Pada H-2 pelaksanaan IMF, pihaknya mengaku akan menempatkan personilnya selama 24 jam.

Adapaun personil tersebut terbagi menjadi tiga shift, yang terdiri dari petugas URC (Unit Reaksi Cepat), Tim Brusli (Buru Sergap Perusak Lingkungan), tim Perindang dan tim Kebersihan, berikut peralatan terkait. “Personil yang kita terjunkan untuk mengatensi IMF itu sebanyak 1100 orang, untuk lokus penempatannya sebagian besar berada di kawasan Kuta Selatan. Itu sekitar 600 orang setiap hari, sisanya akan berjaga di Kuta, hingga Jimbaran,”paparnya.

Untuk jalur utama yang akan dilalui delegasi IMF, pihaknya mengaku telah memberikan atensi 24 jam dari dari h-7 hingga h+2 pelaksanaan IMF.

Khusus untuk jalur Jimbaran, Ayana, Intercon, Foursesion dan GWK, Uluwatu, Sawangan, Benoa dan Nusa Dua.

Sementara perhatian kedua untuk jalur obeyek wisata yang berpotensi di kunjungi delegasi, seperti jalan pantai Kuta, Legian, Seminyak, kuliner di Pantai Jimbaran dan Kedonganan serta obyek wisata yang sedang populer seperti Pantai Melasti dan Pandawa dan wisata tirta Tanjung Benoa.abi

Komen via Facebook