DSDP Jangan Buang Limbah ke Sungai

18

Denpasar, Klikpena.Com

Adanya saluran overflow DSDP (Denpasar Sewerage Development Project) yang dibuang ke Tukad Mati Legian membuat gerah masyarakat setempat.

Ketua LPM Legian, Ketut Sudana mengatakan pembuangan yang mengarah ke drainase tersebut sebelumnya tak pernah diketahui masyarakat Legian. Sehingga cairan limbah yang dibuang ke Tukad Mati Legian menimbulkan persepsi negatif terhadap usaha di sekitar.

Namun setelah diberitakan justru diketahui pembuangan itu dilakukan DSDP. “Memang sistemnya seperti itu ya? Saya tidak tahu ada saluran DSDP disana. Warga juga sempat mengira itu adalah limbah usaha, sebab baunya sangat menyengat dan volume besar,”kata Sudana dikonfirmasi Jumat (7/9).

Atas hal tersebut, pihaknya mengaku heran kenapa hal tersebut dibiarkan. Padahal sepengetahuannya, yang namanya limbah apapun itu, seharusnya tidak bisa dibuang ke media lingkungan.

Namun anehnya pihak DSDP seolah dengan enteng menyebut hal itu karena kebocoran sistem, dan saluran itu memang dibuang ke Tukad Mati dalam keadaan tertentu. “Ini kan aneh, kenapa yang mengelola limbah justru membuang limbah ke sungai. Walaupun ada kesalahan sistem, tapi itu tidak boleh. Ini kan seperti memberi contoh hal yang tidak baik,”kritiknya.

Cairan limbah DSDP yang dibuang ke Tukad Mati menimbulkan bau tak sedap dan mencemarkan lingkungan

Untuk itu ia berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi di kemudian hari. Jika pihak DSDP mengalami overflow dalam menyalurkan limbahnya, tentu harus diupayakan langkah lain. Seperti membuat ipal komunal, atau menyedot dengan mobil tangki penyedot. Tent pihak DSDP memiliki cara mengantisipasi, bukan malah membuan ke sungai. “Kami di Legian sangat menjaga kebersihan Tukad Mati, karena ini kami harapkan menjadi obyek wisata alternatif baru. Kami dengan kelurahan juga terus menggaungkan program Kali Bersih (Prokasih),  Jumat pagi bersih lingkungan (Jumpa Berlin), untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sungai. Tapi kok ini malah dengan enteng membuang limbah ke sungai dengan alasan terpaksa, ini tentu mencederai semangat masyarakat menjaga kebersihan sungai,”kritiknya lagi.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Putu Eka Merthawan mengancam akan menutup saluran overflow milik DSDP yang mengarah menuju Tukad Mati Legian. Sebab pada prinsipnya tidak ada peraturan per Undang-Undangan yang membolehkan tindakan membuang limbah ke media lingkungan. Apapun itu alasannya, tanpa terkecuali. Dan hal itu jelas tercantum dalan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Ia juga menyebut apa yang dilakukan DSDP tergolong prilaku yang disengaja. Karena atas alasan kedaruratan, limbah dalam jaringan DSDP terbuang ke Tukad Mati melalui saluran overflow yang sudah disiapkan. Pihaknya juga mengaku baru tahu kalau DSDP mempunya saluran overflow ke Tukad Mati, sebab selama ini belum pernah diajak rembug. “Untuk memperjelas itu Senin (10/9) ini kita akan panggil pengelola DSDP. Kita akan mempertanyakannya mengenai jumlah saluran overflow menuju Tukad Mati yang dimiliki, teknis kerjanya, hingga dasar aturan pembuatan saluran itu. Jika pihak DSDP membandel, maka kita tidak akan segan-segan melaporkan hal itu kepada Polda Bali,”tegasnya.abi

Komen via Facebook