Staf Persulit Wartawan Wawancara Kadis Kehutanan

13

Denpasar, Klikpena.com – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani enggan ditemui untuk wawancara terkait rencana penataan mangrove di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah dan juga kawasan Teluk Benoa seperti yang dilontarkan Gubernur Bali, Wayan Koster. “Ibu Kadis lagi rapat pemaparan di atas,” kata Staf Dinas Kehutanan, Rabu (7/11).

Saat ditanya,  pembahasan terkait apa dalam rapat itu? Stafnya pun tidak mengetahui. Apakah bisa bertemu setelah rapat dua atau tiga menit? Staf itu  menegaskan, kalau pimpinannya yang juga Plt Dinas LHK Provinsi Bali akan ke luar daerah, yakni ke Jakarta untuk rapat . “Cari waktu lagi pak. Buat janji dulu,” ujarnya.

Pesepak Bola dunia Christian Ronaldo saat menanam mangrove di Tanjung Benoa Tahun 2013 lalu

Saat didesak, apakah di sela-sela istirahat rapat pemaparan bisa ditemui? Lagi-lagi staf itu membela atasannya, bahwa akan istirahat makan siang di ruang rapat. Apakah sesibuk itu hingga tak bisa diganggu dua tiga menit saja? Dengan nada yang agak sedikit tinggi, ia pun menjelaskan, kalau pimpinannya itu tidak sibuk, tapi rapat pemaparan. “Bukan sibuk pak, beda itu. Ibu rapat pemaparan,” tandasnya dengan suara agak tinggi.

Selain melalui staf, koran ini juga sempat menghubungi Kadis melalui sambungan telpon didapatkan dari staf. Namun, handphonenya tidak aktif. Begitu juga saat mengirim pesan dan juga panggilan melalui WhatsApp, lagi-lagi tidak aktif.  Pesan melalui aplikasi ini hingga berita ini ditulis, pesan tersebut tidak dibaca.

Kadis Kehutanan Bali, Luh Ayu Aryani

Seperti diberitkan sebelumnya, Gubernur Bali, Wayan Koster merancang agar hutan mangrove yang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai termasuk Teluk Benoa ditata dan dijadikan kawasan taman mangrove. “Belum final ini (rancangannya, red). Tapi akan segera diproses,” ujarnya setelah sidang penetapan Ranperda Lansia, di DPRD Bali, Selasa (6/11).

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menegaskan, pengelolaan taman mangrove sepenuhnya akan ditangani pemprov. “Pengelola pemerintah. Tidak ada urusan dengan swasta. Akan dikelola unit pelaksana pemprov. Kita akan segera realisasikan konsepnya, karena akan membentuk taman,” tegasnya.

Menurutnya, tujuan penataan tersebut, selain melestarikan mangrove sebagai pencegahan abrasi, juga bisa diberdayakan. Untuk itu perlu direhabilitasi, melihat saat ini banyak mangrove yang mati sehingga perlu ditanami kembali. “Sekarang perlu dibersihkan, karena banyak polusi kapal-kapal, sehingga menyebabkan air yang masuk membuat mangrove rusak dan mati,” jelasnya. abi

Komen via Facebook