Mega Dibekuk Sat Resnarkoba Polresta Denpasar

40

Denpasar, Klikpena. com-Pekerja bengkel di Jalan Cokroaminoto, Mega (24) dibekuk Sat Resnarkoba Polresta Denpasar, Sabtu (4/8) pukul 19.30 WITA. Mega kedapatan membawa sabu 1kg dan 3.132 butir pil ekstasy.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol hadi Purnomo didampingi Wakasat Narkoba Polresta Denpasar AKP I Gusti Putu Dharmanatha menjelaskan, penangkapan pelaku berawal dari adanya informasi masyarakat ada sepeda motor jenis Scoopy warna hitam yang di duga bermasalah,karena tidak ada surat surat yang di pakai oleh seorang laki-laki yang tinggal di Jalan Maruti Denpasar Barat. 

Petugas yang saat itu sedang melakukan penyelidikan terhadap pengedar narkoba di sekitar Pemecutan Kaja, Denbar, melihat ada seorang laki laki melintas menggunakan sepeda motor Honda Scoopy warna hitam yang gerak geriknya mencurigakan.  Lalu petugas melakukan pembuntutan terhadap laki laki tersebut dan terlihat mengarah ke Jalan Cokroaminoto Denpasar.

Setelah sampai Jalan Cokroaminoto Denpasar, petugas sempat kehilangan jejak laki laki tersebut, lalu petugas melakukan penyanggongan di beberapa titik di Jalan Cokroaminoto Denpasar.  Selang  beberapa saat, petugas melihat pelaku melintas kembali di Jalan Cokroaminoto Denpasar, lalu petugas melakukan pengejaran dan penghadangan terhadap pelaku.

Saat diperiksa, pelaku ternyata tidak membawa identitas dan surat surat kendaraan, “Saat diamankan, kami temukan barang bukti 1 plastik berisi Shabu dengan berat bersih 1.043,17 gram pil ekstasy sebanyak 3.132 butir di dalam kardus yang masih tergantung di dashboard sepeda motornya,” ujarnya saat rilis, Selasa (7/8).

Selanjutnya, pihak polisi melakukan interograsi terhadap pelaku. Hasilnya, petugas langsung melakukan penggeledahan ke kost tersangka di Jalan Maruti Denpasar Barat. Hasil, dari penggeledahan tersebut ditemukan lagi empat paket kecil berisi sabu dari atas meja peralatan bengkel selain itu di dalam tas mini beltnya ditemukan lagi 1 paket sabu dengan berat 43,17gram. “Pelaku mengakui barang berupa sabu dan ekstasy tersebut milik temannya yang bernama ogik. Jadi dia ini nunggu intruksi dari ogik untuk menempel sabu, sekaligus menjadi kurir. Dia diberikan upah 1 paket 0,5 gram dan dijanjikan uang sebesar 1,2 juta. Tertangkapnya pelaku ini kita bisa menyelamatkan 2000 orang dari jeratan narkotika,”ucapnya. 

Menurutnya, pelaku baru kenal dengan temannya yang bernama ogik tersebut hanya melalui telpon dan diperkenalkan oleh temannya yang bernama Agung. Pelaku tidak mengetahui keberadaan Agung namun Ogik berada di Surabaya. Pelaku baru dua kali menjadi kurir narkoba milik temannya yang bernama ogik yang pertama tanggal 1 Juli 2018 sebanyak 100gram dan yang kedua 4 Agustus 2018

Dari Barang bukti yang diamankan tersebut nilai jualnya mencapai Rp 3,2 miliar. Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. (abi)

Komen via Facebook