Dana Hibah BPPD Clear, Pecatu Art Festival Lengkapi Administrasi

39

Mangupura, Klikpena.com– Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Badung, Cakra Yudha H.W., SH mengatakan, pengelolaan Dana Hibah Pemkab Badung tahun 2017 senilai Rp4,5 miliar oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung sudah dipertanggungjawabkan sesuai dengan mekanisme. Bahkan, sisa pemakaian dana hibah juga sudah dikembalikan termasuk bunga ke kas daerah Pemkab Badung.

Tim Pidsus telah memeriksa rincian penggunaan anggarannya. Setelah dipelajari, semua pengeluaran sudah sesuai mekanisme. “Kalau di badan promosi itu,  kita sempat minta informasi. Dan memang mereka kooperatif sudah datang kesini. Dan secara garis besar, di internal Badan Promosi Pariwisata Daerah itu tidak ada masalah. Secara pertanggungjawaban, sudah dilalui oleh mereka dalam penggunaan dana hibah. Artinya,penggunaan dana hibah itu sudah dipertanggungjawabkan, dan sisanya sudah dikembalikan, berikut dengan bunga dari gironya. Jadi tidak ada pelanggaran apa-apa, tak ada masalah danclear,” kata Cakra Yudha saat ditemui di ruangan Kasi Pidsus Kejari Badung, di Mengwi, Kabupaten Badung, Rabu (5/9/2018).

Cakra Yudha, Kasi Pidsus Badung

Apakah ada dugaan perbuatan melawan hukum seperti surat yang dilayangkan Kejari Badung? Mantan Kasi Intel Kejari Klungkung ini melanjutkan, pihaknya belum mengarah kesana dan belum sejauh itu.  “Saat tim BPPD Badung datang ke Kejari beberapa waktu lalu,  bertukar informasi dengan kami, mereka menjelaskan secara detail untuk apa saja dana tersebut. Dana itu untuk riset, promosi dan networking di beberapa negara yang menjadi pasar potensial pariwisata Badung,”ujarnya.

Sementara untuk kegiatan Pecatu Art and Music Festival bulan Oktober 2017 pihaknya juga telah berdiskusi dengan Kepala Dinas Pariwisata Badung, PPK dan PPTK saat datang ke Kejari Badung 29 Agustus lalu. “Kita belum mengkategorikan itu sebagai penyalahgunaan, atau belum menemukan indikasi perbuatan melawan hukum. Kalaupun memang ada, masih sebatas administrasi yang belum lengkap. Kalau dilengkapiclear. Saya beranggapan ada beberapa administrasi yang tercecer sehingga belum terlengkapi. Bila dilengkapi, maka tak ada lagi urusannya. Untuk itu segera dilengkapi adiministrasinya. Kalau lengkap,  yaclear,” kata kelahiran Padang Sumatra Barat, yang kini berusia 34 tahun.

Kawasan Pariwisata BTDC Nusa Dua

Ia pun menyarankan kepada kedua intansi dan yang lainnya agar soal kearsipan dokumen perlu dirapikan, sehingga lebih mudah bila mempertanggungjawabkan berkaitan dengan kegiatan dan penggunaan anggaran negara. “Saya pikir soal dokumen dan arsip kegiatan yang menggunakan dana negara, sebaiknya dirapikan sehingga lebih mudah bila suatu saat diperlukan,”sarannya. abi

Komen via Facebook