200 Pasien RSUP Sanglah Dikembalikan Ke Ruang Rawat

59
Petugas Medis RSUP Sanglah mengembalikan pasien ke ruang rawat

Denpasar, Klikpena.com
200 Pasien Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar yang dirawat di salasar rumah sakit dan tenda darurat pasca Gempa 7 SR minggu malam kemarin, telah dikembalikan ke ruang rawat masing-masing pada senin siang (06/08) .

Pasca Gempa 7 Skala Ritcher yang mengguncang wilayah Lombok dan Bali, 200 Pasien RSUP Sanglah Denpasar terpaksa dirawat di tenda darurat dan salasar rumah sakit. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamaanan dan kenyamanan pasien bila terjadi gempa susulan, karena sejumlah bagian di lantai tiga rumah sakit mengalami keretakan yakni ruang angsoka dan ruang cempaka.

Direktur Medik Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar, dr. I Ketut Sudartana mengatakan, para pasien dirawat sementara di luar ruangan sejak minggu malam yakni di tenda darurat yang dibangun BPBD Bali dan salasar rumah sakit namun telah dikembalikan ke ruangan. Pihaknya juga menerima 10 orang Pasien akibat korban gempa, namun 8 pasien telah dipulangkan pada senin subuh.

“Yang masuk minggu malam kemarin ada 10 orang, tapi 8 sudah dikembalikan sehingga sisa dua pasien. Kedua pasien ini kami masih melakukan perawatan, kondisinya bagus tetapi tinggal perawatan patah tulang” ungkap Sudartana

200 Pasien yang dirawat di luar ruangan telah dikembalikan ke ruang rawat masing-masing, karena situasi telah aman dan kondisi tenda darurat yang panas sehingga tim medis tidak maksimal melakukan tindakan perawatan. Para Pasien yang dikembalikan ke ruang rawat merupakan para pasien di lantai tiga rumah sakit yakni ruang Angsoka dan ruang Cempaka yang mengalami keretakan pasca gempa.

Sementara itu, pihak RSUP Sanglah mengirim 20 orang tenaga medis ke Lombok untuk membantu penanganan para pasien korban gempa Lombok. Tim membawa kendaraan sendiri menggunakan jalan darat dengan membawa peralatan dan obat-obatan karena sejumlah rumah sakit di Lombok tidak beroperasi pasca gempa. “Tim medis dari sanglah ada 20 orang diberangkatkan yang terdiri dari dokter spesialis bedah trauma dua orang kemudian spesialis ortopedi tiga orang, kemudian anestesi dan perawat emergency” tutur Direktur Medik RSUP Sanglah, Sudartana (el)

Komen via Facebook