BSN Mengadopsi Standar ISO Ke Dalam SNI

69
Perkuat Poros Maritim, Indonesia Aktif Dalam Perumusan Standar Internasional
Indonesia kembali menunjukkan peran dan keaktifannya di forum internasional. Melalui Badan Standardisasi Nasional (BSN), Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan The 15th Plenary Meeting and Working Group Meetings of ISO/TC 8/SC 8 “Ship Design”_ yang berlangsung pada tanggal 3 – 7 Juli 2018 di Hotel Ina, Kuta, Badung. Forum yang dihadiri oleh delegasi dari 6 negara ini merupakan sarana tatap muka bagi para pakar baik nasional maupun internasional yang tergabung di dalamnya untuk membahas substansi teknis dari draft standar internasional yang sedang dikembangkan.
Deputi Bidang Penelitian dan Kerjasama Standardisasi BSN, I Nyoman Supriyatna, Selasa (3/7) mengatakan pertemuan ini cukup strategis mengingat saat ini pemerintah Indonesia memiliki program prioritas dalam mengembangkan infrastruktur untuk sektor maritim untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian bahwa Indonesia memiliki road map pengembangan untuk industri pelayaran untuk periode jangka pendek dan panjang. Ruang lingkup road map meliputi industri pelayaran, peralatan dan peralatan kapal, perbaikan kapal, pemecah kapal dan bangunan lepas pantai. Salah satu program dalam road map ini adalah mengembangkan kemampuan desain dan rekayasa segala jenis kapal dengan memanfaatkan National Ship Design and Engineering Center (NasDEC) di Surabaya, Jawa Timur.
Supriyatna pun menegaskan bahwa salah satu upaya BSN dalam mendukung pelaksanaan road map adalah dengan mengadopsi standar International Organization for Standardization ISO (ISO) ke dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Mengapa Indonesia mengadopsinya, karena adalah organisasi pengembang standar internasional terbesar di dunia. “Sejauh ini kami telah mengadopsi beberapa standar ISO ke dalam SNI, dan kebanyakan dari mereka dalam status yang identik,” ujar Supriyatna.
Dari 48 standar terkait desain kapal yang sudah diterbitkan ISO, hingga saat ini kata dia, BSN telah mengadopsi 6 standar secara identik, yaitu SNI ISO 3796:2011 tentang Teknologi kapal dan kelautan, bukaan bersih untuk pintu luar satu daun; SNI ISO 3902:2011 tentang bangunan kapal dan konstruksi kelautan, gasket untuk jendela segi empat dan jendela sisi kapal; SNI ISO 3903:2007 tentang bangunan kapal dan konstruksi kelautan, Jendela kapal segi empat biasa; SNI ISO 5778:2007 tentang kapal dan teknologi kelautan, palka baja ukuran kecil kedap cuaca; SNI ISO  5894:2011 tentang teknologi kapal dan kelautan, lubang lalu orang dengan tutup berbaut dan SNI ISO 6042:2007 tentang kapal dan teknologi kelautan, pintu baja satu daun kedap cuaca.

Komen via Facebook

Reviews

  • Review Title 15
  • Review Title 26
  • Review Title 39
  • Review Title 49
  • Review Title 56
  • 7

    Score

User Rating: 0 ( 0 Votes )