Korupsi Retribusi Terminal Gilimanuk Dua Terdakwa Divonis Berbeda

43

Koordinator Terminal Manuver Gilimanuk, I Nengah Darna yang menjadi terdakwa dalam kasus korupsi Retribusi Parkir menyatakan menerima vonis 2 tahun penjara dari majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Tipikor

KLIKPENA, DENPASAR – Dua terdakwa dalam kasus korupsi retribusi di terminal Manuver Gilimanuk, Gusti Ngurah Bagus Putra Riyadi dan I Nengah Darna, menjalani sidang putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar, Rabu (4/7) lalu. Kedua terdakwa  terbukti menyalahgunakan kewenangan sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 3 Undang-Undang No.31 Tahun 1999  tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Majelis hakim yang diketuai, Ni Made Sukereni menjatuhkan vonis  i tahun penjara kepada terdakwa, Gusti Bagus Riyadi. Mantan Kepala Dinas Komunikasi Kabupaten Jembrana, ini juga diganjar dengan pidana denda sebesar Rp50 juta, subsidair  1 bulan kurungan.

“Terdakwa, Gusti Ngurah Bagus Putra Riyadi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan  dengan  tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi sehingga merugikan keuangan negara  atau perekonomian negara,” tegas Made Sukereni.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara  1 tahun dipotong selama terdakwa menjalani masa penahanan sementara dan pidana denda Rp50 juta rupiah, subsidair 1 bulan kurungan,”  lanjut ketua majelis hakim.

Putusan majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari)  Jembrana. Dalam sidang sebelumnya, tim JPU,  Made Pasek Budiawan, dkk menuntut terdakwa dengan pidana penjara 1 tahun dan 6 bulan.

Sementara itu  majelis hakim yang diketuai I Wayan Sukanila menghukum  terdakwa, I Nengah Darna yang menjabat sebagai  Koordinator Terminal Manuver Gilimanuk dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan. “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nengah Darna dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahananan sementara,” tegas hakim Sukanila.

Putusan majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang sebelumnya menunut pidana penjara selama 2 tahun.

Dalam amar putusannya, majelis hakim tidak menghukum terdakwa membayar uang pengganti kerugian negara. Pasalnya, terdakwa sudah mengembalikan uang sebesar Rp 190.600.000 dari total nilai kerugian negara sebesar Rp429.700.000. Atas vonis majelis hakim ini, terdakwa Gusti Ngurah Bagus Putra Riyadi dan I Nengah Darna menyatakan menerima sedangkan jaksa masih pikir – pikir.  (Dickenmina)

Komen via Facebook