Uni Eropa Pasar Potensial, Perlu Penerbangan Langsung ke Bali

52
Ismoyo-Soemarlan

Ismoyo-Soemarlan

Sejumlah pelaku pariwisata di Bali meminta pemerintah untuk membuka jalur penerbangan langsung dari Bali ke Unie Eropa setelah dicabutnya travel warning oleh negara tersebut di tahun 2017. “Direct flight ini memang sangat diperlukan bagi Bali, karena ini potensial menambah kunjungan wisatawan. Kita harap pihak Garuda bisa melakukan FS terkait rute negara Uni Eropa, sebab ini memang potensinya besar. Pihak kedutaan juga bisa mendorong agar maskapai ini melakukan direct flight,”kata praktisi pariwisata Bali, Ismoyo Soemarlan General Manager Uma Sapna saat bincang-bincang di Seminyak beberapa waktu lalu

Wisman dari negara Eropa memiliki karakter dengan lama tinggal (lenght of stay-red)  yang cukup panjang. Ketertarikan mereka terhadap budaya Bali juga tinggi dan tergolong wisatawan yang cuek (nekat).  Apalagi jumlah negara Uni Eropa menduduki posisi 10 besar kunjungan wisatawan ke Bali. Selain itu pemerintah juga gencar melakukan promosi ke negara tersebut, sehingga negara negara tersebut sangat antusias ke Bali. “Wisatawan Jerman, Perancis, Italia, Inggris, Rusia, Spanyol dan Swiss ini kan dulu sangat besar berlibur ke Bali. Tapi itu menurun seiring adanya larangan dan faktor lain, memang membuat jumlahnya relatif mengalami penurunan,”kata Bang Haji Is sapaannya.

Menurutnya,  direct flight sangat memungkinkan, sebab negara seperti Thailand, Singapura dan lainnya juga melakukan direct flight ke negara Uni Eropa. Padahal jaraknya tak terlalu jauh dengan Bali, tinggal strategi pihak maskapai. “Jika tidak maskapai kita yang mengambil peran, saya harap dari maskapai negara terkait yang melakukan direct flight ke Bali. Sekarang tinggal pihak maskapai, mau atau tidak mengambil potensi ini,”bebernya

Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk Rusia, M. Wahid Supriyadi juga mengatakan pariwisata Bali berpeluang lebih banyak mendatangkan wisatawan asal Rusia. Hal tersebut seiring dengan ketertarikan wisatawan Rusia yang berlibur ke Bali, karena promosi yang dilakukan pelaku pariwisata pada Festival Indonesia di Moskow Rusia beberapa tahun terakhir.  “Jumlah wisatawan Rusia yang berkunjung ke Indonesia dari tahun 2016 naik 22 persen, pada tahun 2017 tumbuh meningkat menjadi 37 persen. Sekitar 90 persen itu melakukan perjalanan wisata di Pulau Dewata,”terang Supriyadi tim pena

Bandara Ngurah Rai Siap Layani

Pengelola Bandara Ngurah Rai, Bali, menanti rute penerbangan langsung relasi Denpasar dari dan ke Inggris, Jerman, dan Rusia setelah dicabutnya larangan terbang 55 maskapai penerbangan Indonesia ke Uni Eropa (UE)

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Otoritas Bandar Udara Kelas I Wilayah IV Bali Alexander Rita mengatakan pembukaan penerbangan langsung itu tergantung dengan kesiapan masing-masing maskapai.

Namun, pihaknya sangat mengharapkan agar ada maskapai yang ingin mengajukan penerbangan langsung dari Bali menuju negara Uni Eropa. “Sejauh ini kita senang akhirnya dibuka, tetapi kembali lagi ke pengusaha airlines,” katanya pekan lalu (25/8) .

Sementara Kepala Humas Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim mengatakan penerbangan langsung menuju negara Uni Eropa seperti Rusia tentu akan sangat diminati. Selain karena Bali merupakan destinasi tujuan favorit, juga karena banyaknya warga berkebangsaan Eropa yang tinggal di Bali.”Belum ada pengajuan (direct flight), tetapi secara nationality Rusia potensinya besar,” katanya.

Menurut Arie, selain menunggu pengajuan maskapai, pihak Otoritas Bandara juga mengusahakan kesiapan infrastruktur untuk menerima penerbangan. Saat ini, Bandara Ngurah Rai baru bisa melayani 30 slot penerbangan per jam.

Sementara itu, Bandara Ngurah Rai saat ini memang tengah melakukan peningkatan kapasitas runway menjadi 34 slot per jam dari sebelumnya 30 dalam rangka menyambut delegasi IMF-World Bank 2018 poll

Komen via Facebook

Reviews

  • Review Title 27
  • Review Title 39
  • Review Title 45
  • Review Title 58
  • 5.8

    Score

User Rating: 4.7 ( 1 Votes )