Bagus Nyoman Alit, Pionir Pengacara Pajak di Bali

56

(Denpasar, klikpena.com) – Pengacara pajak, mungkin masih cukup asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Maklum, baru dua tahun belakangan profesi yang satu ini mendapatkan panggung khusus dalam hukum acara.

Para pengacara pajak ini tergabung dalam PERJAKIN (Perkumpulan Pengacara Pajak Indonesia). Di Indonesia, sejak PERJAKIN dibentuk tahun 2016, jumlah pengacara pajak ini baru sekitar 65 orang.

Lalu bagaimana dengan Bali? Ternyata, baru ada satu orang pengacara pajak di daerah ini. Dia adalah Ida Bagus Nyoman Alit, SH, MH, CRA, CTL.

PERJAKIN

Ia dilantik dan diambil sumpahnya sebagai pengacara pajak pertama di Bali oleh Ketua Pengadilan Tinggi Bali, I Ketut Gede, SH, MH, dalam Sidang Luar Biasa Pengadilan Tinggi Bali, di Denpasar, 21 Mei 2018 lalu.

Bagus Nyoman Alit sendiri lahir di Gianyar, 28 Oktober 1964, dan sejak tahun 1988 berprofesi sebagai advokat. Ayah tiga anak ini adalah lulusan Untag Semarang. Ia telah menyelesaikan studi S2 di STHI Jakarta, dan saat ini mengambil Program Doktoral di Unisula Semarang.

Bagus Nyoman Alit mulai tertarik dengan hukum acara perpajakan sekitar tahun 2000, saat dirinya menangani sebuah kasus pajak di Jakarta. Setelah lama bergumul dengan hukum acara umum selama ini, ia kemudian memutuskan untuk menjadi pengacara pajak, dan dilantik oleh Ketua Pengadilan Tinggi Bali.

Pelantikan pengacara pajak, bahkan diatur khusus dalam UU Perpapajakan serta Peraturan Menteri Keuangan RI. Begitu pula perannya, diatur secara khusus.

Untuk menjadi pengacara pajak, perlu mengantongi izin kuasa hukum pajak yang dikeluarkan oleh Pengadilan Pajak. Selanjutnya, diambil sumpah sebagai pengacara pajak oleh Pengadilan Tinggi.

Dengan begitu, maka penanganan kasus seputar perpajakan akan dilakukan oleh pengacara pajak, bukan pengacara umum. Sengketa perpajakan sendiri, diselesaikan oleh Pengadilan Pajak.

“Saya dilantik sebagai pengacara pajak pertama di Bali. Boleh dibilang, saya ini pioner pengacara pajak di Bali,” tutur Bagus Nyoman Alit, kepada klikpena.com di Denpasar, belum lama ini.

Ia berkomitmen untuk memperbanyak pengacara pajak di Pulau Dewata, dengan mengembangkan organisasi PERJAKIN di daerah ini.

“PERJAKIN berdiri sejak 2016. Sampai saat ini, baru ada 65 pengacara pajak di seluruh Indonesia. Bali ini baru satu pengacara pajak, saya sendiri. Semoga ke depannya akan semakin banyak,” ucapnya.

Dikatakan, untuk bisa menjadi pengacara pajak, maka pengacara umum harus mengantongi sertifikat khusus setelah mengikuti pendidikan khusus. Selanjutnya, ia akan mendapatkan izin kuasa hukum pajak yang dikeluarkan oleh Pengadilan Pajak dan dilantik sebagai pengacara pajak.

“Pengacara pajak hadir untuk memberikan advokasi kepada wajib pajak. Apalagi kondisi perpajakan saat ini tertekan, karena target penerimaan pajak besar, sampai 1.400 triliun lebih untuk 2018. Siapa yang bayar pajak? Tentu masyarakat. Nah, dengan kewajiban membayar pajak, apakah hak – hak pembayar pajak hilang untuk dapatkan keadilan? Kita hadir untuk menjamin keadilan itu,” pungkas Bagus Nyoman Alit. (mse)