Akademi Desa, Terobosan Kementrian PDDT meningkatan Sumber Daya Manusia Desa

24
Denpasar,  – Kementrian menggadengan 100 kampus di seluruh tanah air guna meningkatkan kualitas SUmber Daya Manusia di wilayah pedesaan. Program ini dikenal dengan akademi desa. Program ini dilator belakangi oleh salah satu hambatan pembangunan desa adalah kurang tersedianya sumber daya manusia yang dapat melahirkan gagasan dan terobosan.
Hal ini dikatakan Mentri desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi Indonesia Eko Putro Sandjojo, BSEE., M.BA., usai jadi keynote speaker dalam forum 9th Internationa Conference Rural Research Planning Group (JC-RC) di Universitas Mahasaraswati, Denpasar, pada Jumat (6/7/2018). “60 persen tenaga kerja di pedesaan adalah tamatan sekolah dasar, karena itu perlu terobosan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di desa,” kata Eko.
Bantuan berupa uang tunai saja tidak cukup. Diperlukan ide dan gagasan utuk mndobrak ketertinggala di desa. Bersama 100 Universitas di tanah air, kementrian desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (PDDT) menyiapkan modul yang dapat disebarkan secara online. Materi berbasis virtual ini relatif lebih mudah untuk disebarkan. Sehingga para pendamping desa maupun anggota masyarakat dapat mempelajari modul tersebut di berbagai tempat.
“Selama ini untuk pelatihan harus dikumpulkan di satu tempat, sementara wilayah Indonesia ini kan sangat luas. Diperlukan biaya transportasi besar untuk itu. Melalui pendekatan virtual kan bisalebih efisien,” kata Eko. Dalam modul ini mengandung materi-materi atau panduan pengembangan dan pemberdayaan desa.
Metode ini akan diterapkan di seluruh desa di tanah air yang berjumlah 74.957 desa. Semua wajib menggunkan modul tersebut. “Kita tidak bias pilih-pilih karena dan desa disalurkan ke seluruh desa yang ada di tanah air,” kata Eko. (Rob)