Gelapkan Uang Nasabah, Pengurus Koperasi Dilaporkan ke Polda Bali

458
Puluhan nasabah Koperasi Serba Usaha Monang - Maning, Denpasar Barat, didampingi kuasa hukum, Carlie Ufsunan, dkk, melaporkan pengurus koperasi ke Polda Bali. Dari bukti laporan, pengurus koperasi diadukan atas dugaan penggelapan uang nasabah yang mecapai ratusan juta rupiah (Klikpena.com/Dickmina)

Denpasar, Klikpena.com – Puluhan nasabah Koperasi Serba Usaha, Monang – Maning, Denpasar Barat, Selasa (4/9) mendatangi Polda Bali. Didampingi kuasa hukum, Carlie Usfunan dkk, puluhan nasabah ini melaporkan dugaan penggelapan dana simpanan yang dilakukan pengurus koperasi.

Ini adalah yang kedua kalinya nasabah mengadukan pengurus koperasi ke polisi. Sebelumnya, beberapa waktu lalu, puluhan nasabah ini pernah melaporkan dugaan penggelapan ini ke Polsek Denpasar Barat. Tetapi sayangnya, laporan dari nasabah ini sampai berbulan – bulan tidak ada kejelasan atau tindak lanjutnya.

Dalam laporan yang diterima SPKT Polda Bali, salah satu korban l Nyoman Balik Arjana yang bekerja sebagai supir  melaporkan dirinya tidak bisa menarik tabungannya di koperasi Serba Usaha  Monang – Maning  dengan alasan tidak jelas. “Pengurus koperasi hanya bilang tidak ada uang dan hanya dijanjikan besok dan besok,” ungkap korban yang mengaku memiliki tabungan belasan juta ini.

Dijelaskannya, koperasi yang sudah berusia sekitar 15 tahun ini mulai terlihat kolaps sejak enam bulan terakhir. Nasabah yang menanyakan tabungannya hanya mendapat janji dari pengurus koperasi. Namun sampai saat ini,  nasabah hanya dibayar dengan janji.

Diungkapkan, dana nasabah yang nilai total mencapai ratusan juta raib tanpa ada kejelasan. Khabarnya banyak kredit koperasi yang macet dan uang koperasi  yang digunakan pengurus koperasi untuk kepentingan pribadi mereka. Kantor koperasi yang berada di Jalan Batukaru juga terlihat selalu sepi sejak beberapa bulan terakhir. “Total dana nasabah ratusan juta dan sekarang tidak bisa dipertanggung jawabkan,” lanjut korban.

Sementara itu kuasa hukum nasabah, Carlie Usfunan mengatakan dari total sekitar 80 nasabah yang memiliki tabungan di koperasi tersebut, 20 nasabah diantaranya sudah menyerahkan kuasa kepada dirinya untuk menempuh jalur hukum. Kerugian untuk 20 nasabah ini sendiri mencapai Rp 250 juta. “Tadi yang kami laporkan dugaan penggelapan yang dilakukan pengurus koperasi,” tegas pengacara muda ini. Ia mengatakan setelah melaporkan kasus ini ke SPKT Polda Bali, beberapa perwakilan korban langsung dimintai keterangan terkait dana nasabah yang tidak jelas ini.

Carlie Usfunan meminta polisi serius menangani kasus ini. “Para nasabah ini menabungkan uangnya dengan menyisihkan sedikit dari hasil keringat mereka yang tidak seberapa. Mereka diantaranya, tukang sampah, pedagang, pembantu dan ibu rumah tangga,”  ungkap Carlie. Kerugian korban bervariasi, berkisar Rp5 juta sampai puluhan juta. “Ada nasabah yang menabung sudah bertahun – tahun. Tetapi sekarang hilang begitu saja,” lanjutnya.

Salah seorang nasabah kepada Klikpena.com mengatakan, uangnya yang disimpan dikoperasi sekitar Rp15 juta. Itu dsisihkan dari penghasilannya setiap hari sebagai pedagang keliling. “Ketika saya mau tarik tabungan untuk biaya sekolah anak, ternyata tidak bisa. Alasannya tidak jelas dan hanya disuruh datang besok dan besok,” katanya.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Hengky Widjaja yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih mendalami laporan puluhan nasabah koperasi ini. “Masih didalami penyidik,” jelasnya. DM

Komen via Facebook