Imigrasi Singaraja Segera Panggil Paksa Charles

49

Singaraja, Klikpena.com- Gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Singaraja terhadap Imigrasi Kelas II Singaraja oleh Charles George Albert (35) WNA Nigeria yang sebelumnya ditahan terbukti memakai Dokumen Perjalanan Republik Indonesia (DPRI) palsu saat diajukan ke Imigrasi Singaraja kandas.Nomor registrasi perkara 1/Pid/Pra/2018/PN Sgr tanggal 23 Juli 2018.

Hakim Tunggal, Ni Made Dewi Sukrani yang menangani perkara gugatan ini akhirnya menolak 6 poin permohonan yang dijadikan objek praperadilan Charles (pemohon). Dengan putusan itu, maka langkah Imigrasi Singaraja yang sebelumnya menetapkan Charles sebagai tersangka sudah benar dan sesuai prosedur. Sehingga sah demi hukum.

Dengan itu maka Charles kini tetap menyandang status sebagai tersangka atas kasus tindak pidana keimigrasian. Putusan yang menolak permohonan praperadila di Ruang Cakra PN Singaraja, pada Jumat (3/8) pagi disambut positif oleh pihak Imigrasi Kelas II Singaraja (termohon).

“Menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya. Membebankan biaya perkara yang timbul nihil,” kata Hakim Tunggal, Dewi Sukrani dalam persidangan.

Menyikapi hasil putusan itu, Koordinator Kuasa Hukum Charles, Wirasanjaya mengaku, menerima keputusan itu, walaupun dengan rasa kecewa.

Tapi ia tetap bersikukuh, pemohon (Charles, red) adalah seorang deteni. Sesuai UU No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, ada menyebutkan seorang Deteni harus dideportasi bukan ditahan.

“Jelas-jelas dikatakan pemohon seorang deteni. Saya sayangkan, deteni itu bukan ditahan, didetensi. Jadi, orangnya deteni suratnya penangkapan dan penahanan. Sesuai Undang-Undang Keimigrasian jelas akhir dari perjalanan seorang deteni itu deportasi,” kata Wirasanjaya dari Kantor Hukum Global Trust.

Meski begitu Charles tetap mengawal proses klien-nya dalam proses hukum pidana. Wirasanjaya juga mengaku, tidak memantau keberadaan kliennya, mengingat Charles sudah bebas demi hukum karena masa penahanan yang dilakukan penyidik sudah habis.

“Charles itu bebas demi hukum, bukan ditangguhkan, jadi tidak ada istilah penjamin. Karena bebas demi hukum, kami tidak memantau dia ada dimana. Kalau imigrasi mau melakukan pemanggilan paksa, itu perintah undang-undang ya silahkan,” jelas Wirasanjaya.

Sementara itu, Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Singaraja, Thomas Aries Munandar menjelaskan, pihaknya akan segera memanggil tersangka Charles. Kami segera melakukan pelimpahan tahap II ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng. Bahkan tidak menutup kemungkinan, pihak Imigrasi akan melakukan pemanggilan paksa,”kata Thomas Aries menjelaskan sudah dua kali tersangka Charles mengabaikan panggilan pihak Imigrasi Singaraja. (abi)

Komen via Facebook