Tahap II Korupsi APBDes, Jaksa Tahan Kepala Desa Baha, Mengwi

68
Kepala Desa Baha, Mengwi, Badung, I Putu Sentana langsung digiring ke mobil tahanan oleh jaksa seusai menjalani tahap II, pelimpahan tersangka dan barang bukti, dari penyidik Polres Badung ke Kejari Denpasar, Senin (3/9). Selama proses penyidikan di polisi, tersangka tidak ditahan (Klikpena.com/Dickmina)

Denpasar, Klikpena.com – Kepala Desa Baha, Mengwi, Badung, I Putu Sentana, yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes)  ditahan jaksa saat menjalani tahap II, pelimpahan tersangka dan barang bukti  di Kejaksaan Negeri (Kejari ) Denpasar, Senin (3/9) siang. Tersangka yang tidak ditahan saat proses penyidikan di Polres Badung ini terancam di penjara minimal 4 tahun  dan paling lama 20 tahun bila terbukti melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya  diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara.

Tersangka berusia 57 tahun yang menjabat sebagai Kepala Desa dua periode  ini diduga menyelewengkan APBDes tahun 2015 – 2016. Seusai menjalani proses administrasi di bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Denpasar, tersangka langsung digiring ke mobil tahanan untuk dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Lapas Kerobokan, Denpasar.

Tersangka I Putu Sentana, terancam di penjara minimal 4 tahun dan paling lama 20 tahun bila terbukti melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara (Klikpena.com/Dickmina)

Ketika dikonfirmasi, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) dan Humas Kejari Denpasar,membenarkan tahap dua tersangka korupsi APBDes senilai Rp1 miliar lebih tersebut.  “Tersangka I Putu Sentana ditahan seusai menjalani tahap II. Yang bersangkutan  diduga melakukan korupsi dana APBDes tahun 2015 -2016, senilai Rp1 miliar lebih. Tersangka menjabat sebagai Kepala Desa Baha, Mengwi, Badung,” ungkap Kasi Intel. “Walaupun dalam proses penyidikan di Polres Badung tersangka tidak ditahan, tetapi jaksa Kejari Denpasar memiliki kewenangan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka dengan berbagai pertimbangan,” lanjut Kasi Intel.

Menurutnya, masa penahanan tersangka Putu Sentana oleh jaksa selama 20 hari dan bisa dilakukan perpanjangan masa penahanannya. “Dalam 20 hari kedepan pihak kejari Denpasar akan segera melimpahkan perkara ini ke Pengadilan Tipikor Denpasar agar secepatnya disidangkan. “Rencananya sebelum 20 hari masa penahanan, kami sudah bisa melimpahkan berkasnya ke Pengadilan Tipikor.,” jelas Agus Sastrawan.

Dijelaskan lebih lanjut, jaksa yang ditunjuk untuk menangani perkara Kepala Desa ini antara lain jaksa, Putu Gede Suryawan, Erawati Susina dan Agus Adnyana.  Pasal yang dipakai untuk mendakwa terdakwa Putu Sentana, menurut Agus Sastrawan, pasal 2 dan 3 Undang – Undang Tindak Pidana Korupsi nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang – undang Nomor 20 tahun 2001. Ancaman pidana pasal 2 adalah  minimal penjara 4 tahun dan paling lama 20 tahun. Sedangkan untuk pasal 3, ancaman pidana penjaranya paling singkat 1 tahun.  DM

Komen via Facebook