KKP Apresiasi Unit Pengolahan Sampah KSU Komodo

110
Deputi Direktur Restorasi, Sapta Putra Ginting, PLT Direktur P4K KKP, Muhamad Abduh Nurhidayat, bersama Bupati Manggarai Bzarat saat acara GBPL Pantai Pede Labuan Bajo, Rabu (03/10/2018) pagi. Foto: Ambros Boly

Labuan Bajo, Klikpena.com
Sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia, masyarakat Labuan Bajo NTT diharapkan memperhatikan masalah sampah demi kebersihan lingkungan dan kenyamanan wisatawan. Hal ini membuat Kementrian Kelautan Perikanan mendampingi mengawasi dan memberikan bantuan mesin pengolahan sampah bagi kelompok masyarakat peduli sampah laut dan pesisir Labuan Bajo NTT.

“Kita berharap di hulu ini, dalam perolehan bahan baku untuk diolah ini menumbuhkan masyarakat untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat. Ini juga akan berdampak terhadap daerah pesisir kita pantai dan laut. Kalau sudah tumbuh kesadaran seperti ini maka tidak lagi sampah dalam jumlah besar masuk ke pantai dan laut yang akan merusakan lingkungan laut kita’ ujar Direktur Jasa Kelautan, Muhamad Abduh Nurhidayat, didampingi Deputi Direktur Restorasi, Sapta Putra Ginting, di Unit Pengolahan Sampah KSU Komodo Labuan Bajo Selasa (02/10/2018) petang.

Baca Juga: KKP Ajak Masyarakat Bersih Pantai dan Laut Labuan Bajo

Direktur Jasa Kelautan, Muhamad Abduh Nurhidayat, saat meninjau Unit Pengolahan Sampah KSU Komodo Labuan Bajo Selasa (02/10/2018) petang. Foto: Ambros Boly

Abduh yang juga menjabat PLT Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (P4K) KKP itu melanjutkan, pengolah sampah seperti ini mempunyai peran yang sangat penting dalam rangkaian pengolahan sampah terutama di daerah pesisir. Abduh juga mengajak masyarakat agar sadar akan dampak sampah bagi lingkungan sehingga baik wisatawan maupun masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

“Sampah bukan barang yang tidak memberi nilai, lewat pengolahan ini bisa dibuktikan bahwa sampah mempunyai nilai karenanya ini bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat, tidak lagi bersikap sembarang terhadap sampah” tandasnya.

Baca Juga: Bali Jadi Tuan Rumah “Our Ocean Conference 2018”

Kementrian Kelautan dan Perikanan dibawah Nahkoda Mentri Susi Pudjiastuti ini, akan terus berupaya agar selain program Gerakan Bersih Pantai dan laut (GBPL), KKP mendampingi, mengawal dan memberikan bantuan seperti mesin pengolahan sampah kepada KSU Komodo yang diserahkan tahun 2017 lalu.

“KKP memberikan bantuan mesin pencacah sampah plastik sehingga lebih mempercepat proses pengolahan sampah plastik sehingga ke depan memberikan sebuah bisnis yang memberikan dampak ekonomi yang bagus bagi masyarakat” pungkasnya.

Ketua KSU Komodo, Thomas Aquino Vinsensius Ampur, saat memberikan penjelasan kepada tim KKP di Unit Pengolahan Sampah KSU Komodo, Selasa (02/10/2018) petang. Foto: Ambros Boly

Sementara itu, Ketua KSU Komodo, Thomas Aquino Vinsensius Ampur mengatakan, KSU Komodo didirikan sejak tahun 2014, namun dalam setahun terakhir melalui Unit Pengolahan sampah mulai memperhatikan masalah sampah.

“Sampah ini kami ambil dari anggota KSU Komodo, masyarakat umum yang mengumpulkan sampah dan dari kapal-kapal pesiar yang menghubungi kami dan kami jemput ambil sampahnya” ujarnya pria yang akrab disapa Tos ini saat ditemui disela-sela kunjungan tim Kementrian Kelautan Perikanan, Selasa (02/10/2018) petang.

Pihaknya mengucapkan terima kasih karena merasa tidak sendiri dalam menangani sampah Labuan Bajo karena KKP mempermudah kegiatan mereka melalui bantuan mesin pencacah sampah plastik.

“Kami sangat berterima kasih karena ternyata kerja sampah ini kami tidak sendiri. KKP melalui program BPSPPL melirik melihat kami dan memberikan barang ini sehingga kami bertanggungjawab mengumpulkan sebanyak mungkin sampah yang ada di laut, pesisir maupun sampah yang ada di daratan yang ada di Labuan Bajo” pungkasnya. (EL)

Komen via Facebook