Siswa Y4Y Belanda Praktek Olah Sampah Plastik di Desa Pelaga

1397

BADUNG-klikpena
Empat orang siswa yang tergabung dalam yayasan Youth 4 Youth (Y4Y) Belanda berpraktek pemanfaatan sampah plastik di desa Pelaga-Badung provinsi Bali Kamis (2/8) kemarin. Mereka datang secara khusus dari negaranya untuk melakukan praktek kerja lapangan di Bali. Mereka antara lain, Fleur Cohen, Renee Claessens, Sophie van Heck, Esmee David.

Penghubung para siswa Youth 4 Youth Belanda tersebut, Marjan Van Ravenzwaaj menjelaskan, empat siswa yang semuanya wanita tersebut berada di Bali selama beberpa hari. Selain mengedukasi pemanfaatan sampah-sampah plastik yang sangat bermanfaat untuk menguatkan campuran aspal, mereka juga menyelenggarakan pelatihan bahasa inggris singkat terhadap siswa-siswa Sekolah di beberpa tempat di Bali. “Saya hanya penghubung untuk mereka bisa datang ke Bali. Lalu dipilih tempat yang cocok untuk mereka lakukan praktek pencampuran aspal dengan sampah plastik di desa Pelaga Badung Bali, ‘ ujar Marjan.

Selama melakukan praktek di desa Pelaga Badung kemarin, mereka tampak sangat serius membakar aspal bercampur sampah plastik seperti bekas botol minuman kemasan dan plastik-plastik bekas. Sampah-sampah plastik tersebut mereka dapatkan dari sisa-sisa sampah yang digunakan saat melakukan pelatihan di beberapa tempat baik di desa Pelaga maupun di tempat lain yang sempat mereka lakukan pelatihan singkat bahasa Inggris.

Empat orang siswa Y4Y tengah mempraktekkan pembakaran sampah

Kehadiran empat siswa Y4Y tersebut di desa penghasil Kopi dan Jambu itu sempat menarik perhatian warga sekitar. “Kami berharap proyek pengaspalan di desa Pelaga dengan jalan membelah kebun kopi sepanjang satu kilo meter ini hanya merupakan percontohan yang diharapkan dapat dilanjutkan oleh masyarakat setempat dan pemerintah, ‘ pungkas salah seorang siswa Y4Y, Fleur Cohen. ED

Komen via Facebook